TEORI ORGANISASI DAN ADMINISTRASI
STRUKTUR
ORGANISASI PADA PERUSAHAAN
Disusun oleh :
1. Diska Putri A (19042010157)
2. Putri Mega (19042010171)
3. Nadia Ine Madina (19042010177)
4. Arya Dwi Mahendra (19042010178)
5. Nahdila Trisna Dwi (19042010183)
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK
JURUSAN ILMU ADMINISTRASI BISNIS
TAHUN 2020
Kata Pengantar
Segala puji dan syukur kami
panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-NYA kepada kita semua.
Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu makalah yang
berjudul STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN.
Adapun tujuan dari penulisan Makalah
ini untuk memenuhi tugas dari Ibu Sonja Andarini pada bidang teori organisasi
dan administrasi materi struktur organisasi. Selain itu Makala ini juga
bertujuan untuk menambah wawasan kita semua dengan topik struktur organisasi
pada perusahaan PT. Indofood.
Kami mengucapkan terimakasih pada
semua pihak yang telah membagi pengetahuannya sehingga makalah ini selesai pada
waktunya.
Kami menyadari Makalah yang kami
tulis jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritikan dan saran membangun
akan kami terima.
Surabaya, 16 april 2020
PENDAHULUAN
A.
Latar
belakang
Struktur organisasi selalu menjadi factor penting yang mempengaruhi
perilaku individu dan kelompok yang ada di dalam organisasi aturan aturan baru
mengenai menejemen dalam lingkungan bisnis global saat ini membuat pertimbangan
struktur lebih kritis. Kini para menejer dihadapkan dengan berbagai kemungkinan
struktur yang berbeda.
Organisasi memeilikintujuan dan bereoreintasi pada tujuan sehingga
struktur organisasi pun juga memiliki tujuan. Konsep mengenai organisasi
melibatkan berbagai tujuan dan meyakinkan bahwa para pemimpin organiasi
seharusnya memikirkan struktur dalam kaitannya dengan kontribusi struktur terhadap
keefektifan organisasi.
B.
Tujuan
1.
Untuk
mengetahui menyusun rantai kepemimpinan organisasi
2.
Untuk
mengetahui struktur organisasi model seperti apa?
3.
Untuk
mengetahui ukuran organisasi
PEMBAHASAN
C.
Struktur
oranisasi
Struktur
oragnisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi
organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya untuk
mencapai tujuan. Struktur organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan
kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaiman hubungan
aktivitas dan fungsi dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik menjelaskan
hubungan wewenang melapor kepada siapa.
Struktur organisasi merupakan alat
untuk membantu menejemen dalam mencapai tujuannya. Struktur organisasi sangat
berpengaruh pada anggotanya. Pengaruh struktur organisasi terhadap kinerja
karyawan mengarah pada kesimpulan yang sangat jelas. Struktur organisasi
menjelaskan bagaimana tugas kerja akan dibagi.
D.
Factor
factor yang mempengaruhi struktur organisasi
Ernie (2006) menyatakan, ada 4
faktor yang mempengaruhi struktur organisasi:
1.
Strategi
Organisasi
Strategi organisasi dibuat sebagai
upaya pencapaian tujuan organisasi. Oleh karena itu, jika struktur organisasi
dibentuk sebagai jalan untuk pencapaian tujuan maka struktur organisasi pun
selayaknya sejalan dengan strategi organisasi. Maka, jika terjadi perubahan
pada strategi organisasi akan berdampak pula pada perubahan struktur
organisasi.
2.
Skala
Organisasi
Organisasi dapat dibedakan skalanya
menurut berbagai faktor diantaranya adalah dari jumlah penjualan, pangsa pasar
hingga jumlah tenaga kerja. Organisasi yang berskala besar artinya
organisasi tersebut barangkali memiliki berbagai cabang diberbagai daerah
dikarenakan pangsa pasarnya yang luas, dengan demikian memiliki tenaga kerja
yang juga tidak sedikit.
Tetapi walaupun tanpa cabang, organisasi dapat dikatakan berskala besar
jika tenaga kerja yang ada berjumlah ribuan seperti
pabrik-pabrik garmen penghasil produk-produk konveksi. Organisasi
yang berskala besar karena ruang lingkup aktivitasnya yang luas maka memerlukan
pendelegasian wewenang dan pekerjaan sehingga dalam mendesain struktur
organisasinya pun perlu mempertimbangkan berbagai faktor yang terkait dengan
aktifitas yang luas tersebut.
Sedangkan organisasi berskala kecil
biasanya memiliki jumlah tenaga kerja yang sedikit karena pangsa pasar yang
mungkin masih sedikit, jumlah penjualan atau produksi yang juga sedikit.
Organisasi yang berskala kecil biasanya memiliki struktur organisasi yang lebih
sederhana dan tidak terlalu banyak terjadi pendelegasian wewenang dan
pekerjaan.
3.
Teknologi
Faktor teknologi yang dimaksudkan
disini adalah terkait dengan cara bagaimana suatu pekerjaan dilakukan. Selain
itu juga, faktor teknologi terkait dengan penggunaan alat-alat bantu dalam
sebuah organisasi.
4.
Lingkungan
Lingkungan yang dinamis menuntut
organisasi juga untuk menyesuaikan diri secara dinamis. Proses penyesuaian yang
dilakukan oleh organisasi juga termasuk dalam penentuan struktur organisasinya.
Lingkungan yang dinamis akan mendorong organisasi untuk selalu menyesuaikan
struktur organisasi dengan tuntutan lingkungan yang senantiasa berubah.
Sebaliknya, lingkungan yang cenderung statis tidak akan terlalu banyak mengubah
struktur organisasi.
5.
Penerapan
struktur organisasi dalam perusahaan
Struktur organisasi PT Indofood CBP Sukses
Makmur Tbk. Divisi noodles dapat
dilihat pada Gambar 2.1.
Gambar 2.1 Struktur Organisasi PT. Indofood CBP
Sukses Makmur Tbk. Divisi Noodles cabang Cibitung
Deskripsi
dari setiap organisasi
Pembagian
tugas dan tanggung jawab dari masing-masing bagian dalam struktur organisasi
sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai berikut:
1. General Manager
(GM)
Manejer utama mempunyai wewenang tertinggi
perusahaan yang bertanggung jawab atas berlangsungnya segala kegiatan
perusahaan meliputi memimpin, mengatur, membimbing dan mengarahkan
organisasi perusahaan, dimana kegiatan tersebut untuk mencapai prestasi yang
tinggi dalam menghasilkan produk-produk berkualitas dengan jaminan sistem mutu
yang selalu terjaga dan dilaksanakan secara konsisten.
2. GM Secretary
Sekretaris perusahaan berfungsi sebagai
penghubung antara perseroan dengan institusi pasar modal, para pemegang saham,
dan masyarakat. Sekretaris bertanggung jawab untuk memonitor kepatuhan terhadap
peraturan dan ketentuan pasar modal.
3. Manajer Pabrik
(Factory Manager)
Manajer pabrik bertugas dan bertanggung jawab
dalam mengatur dan mengawasi kegiatan yang berhubungan dengan produksi dan
mengambil tindakan untuk kelancaran jalannya proses produksi. Selain itu
manajer pabrik memiliki tugas dan tanggung jawab:
1)
Merencanakan, mengkoordinasi, mengarahkan dan
mengendalikan kegiatan manufacturing yang
meliputi PPIC, produksi, teknik purchasing dan gudang untuk memperlancar proses
pencapaian sasaran perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang.
2)
meningkatkan usaha dalam bidang peningkatan
mutu produk, produktifitas kerja dan pengendalian biaya operasional secara
kontinu.
3)
Mengatur
dan mengendalikan proses manufacturing sesuai
dengan standar yang ditentukan.
a.
Supervisor Produksi (Production Supervisor)
Supervisor produksi bertugas menyempurnakan
organisasi, prosedur dan sistem kerja guna pencapaian dalam semua aspek.
Menyediakan kebutuhan sarana dan fasilitas kerja sesuai dengan persyaratan.
b.
Manajer Teknik (Technical Manager)
Bertugas merencanakan, mengkoordinasi dan
mengendalikan kegiatan teknik sehingga dapat menjamin kelancaran operasional
mesin produksi dan sarana penunjang. Membuat perencanaan kerja yang
diselaraskan dengan tujuan manajemen khususnya dalam kegiatan yang menyangkut
teknik. Menjaga pelaksanaan perawatan dan perbaikan mesin
c.
Manajer Gudang (Warehouse
Manager)
Manajer gudang bertugas merencanakan dan
mengendalikan kegiatan pergudangan, sehingga tercapai tujuan utamanya,
diantaranya keamanan, keakuransian jumlah dan kebutuhan barang yang dikelola,
dengan melaksanakan sistem dan prosedur yang telah ditetapkan manajemen.
Menerapkan prosedur kerja, termasuk syarat-syarat, keselamatan dan kesehatan
kerja (K3) untuk menjaga dan memelihara semua aset perusahaan berupa aset tetap
atau aset tidak tetap. Menjaga kelancaran dan pelaksanaan semua kegiatan arus
transaksi barang melalui penentuan tata letak gudang serta penunjang tenaga
pelaksana, agar tercapai pemanfaatan fasilitas dan optimalisasi tenaga kerja.
d.
Supervisor PPIC (Production Planning and
Inventory Control).
Supervisor ini bertugas merencanakan jadwal
produksi dan mengendalikan pengadaan bahan baku Raw
Material (RM) dan barang jadi Finish Good (FG). Merencanakan kedatangan RM untuk
menunjang kelancaran proses produksi sesuai jadwal yang telah dibuat. Membuat
jadwal produksi berdasarkan Confirmed Weekly Order (CWO)
yang diterima. Memantau tingkat persediaan dari gudang RM maupun FG sehingga
standard dan persediaan penyangga tetap terjaga
4. PDQCM (Process
Development and Quality Control Manager)
Manajer PDQC bertugas dan bertanggung jawab
dalam memeriksa bahan baku, bahan tambahan, produk jadi, dan bahan pengemas.
Mengawasi analisa kualitas produksi, bertanggung jawab atas kelengkapan
laboratorium untuk analisa dan pengembangan produk. Selain itu PDQCM bertugas
dan bertanggung jawab:
1)
Mengendalikan semua kegiatan departemen
PDQCM dalam aspek proses pengendalian mutu untuk menjamin
kelangsungan aktifitas perusahaan
2)
Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan GLP dan
Kalibrasi di laboratorium serta GNP dan HACCP diproses produksi
3)
Mengendalikan semua kegiatan pengendalian mutu
pada proses awal pengawasan mutu dan hasil pengawasan serta pengembangan
produk.
4)
Mengatur dan merencanakan kerja, kebutuhan
kerja tenaga kerja, alat bantu dan fasilitas kerja selama masih dalam
batas-batas standar baku yang diselaraskan dengan rencana manajemen
5)
Menilai/mengevaluasi kerja staff departemen
PDQCM
a)
Supervisor Pengawasan Mutu Proses (Quality
Control Process Supervisor)
Supervisor
pengawasan mutu proses bertugas membantu PDQCM dalam hal sistem
pengendalian mutu proses produksi. Memantau & mengendalikan kualitas proses
produksi dan produk jadi, sesuai standar mutu yang ditetapkan. Memantau
pekerjaan QC Process Spv & bagian
administrasi. Melakuaka perbaikan mutu dan cost peralatan
untuk kebutuhan analisis
b)
Supervisor Pengawasan Mutu Bahan Baku/ Produk
Jadi (Quality Control Raw Material / Finished Gd Supervisor).
Supervisor
pengawasan mutu bahan baku/produk jadi bertugas membantu PDQCM dalam hal pengendalian
mutu RM & FG serta pengembangan
proses produksi. Melakukan pengawasan secara langsung terhadap proses Incoming Quality Control (IQC).
Outgoing Quality Control (OQC) yang meliputi koordinasi
QC Field RM & FG serta pelaksanaan penerbitan
hasil analisa IQC dan OQC sehingga aktivitas kerja bisa berjalan lancar.
Melakukan koordinasi tugas IQ RM & FG, OQC RM & FG serta mengembangkan
proses.
Menjaga
kelancaran tugas penerimaan RM/FG dan OQC RM/FG. Mengawasi pelaksaan GMP HACCP
dan SOP pada pergudangan. Mewakili PDQCM jika tidak ada. Memantau,
mengevaluasi standar mutu yang telah ditetapkan.
5.
Manajer Keuangan (Finance and Accounting
Manager)
Manajer
keuangan bertugas dan bertanggung jawab merencanakan, menyiapkan budget dan planning (AOP)
untuk menentukan tujuan yang harus dicapai. Memonitor kegiatan operasional
dalam hal aspek financial supaya sejalan
dengan AOP. Menandatangani bank instrument (Cek,
transfer bank) sesuai dengan batasan yang ditetapkan perusahaan. Verifikasi
setiaap pengeluaran biaya ataupun pembelian aset dan penggunaan dana lainnya
sesuai dengan batasan yang ditetapkan oleh perusahaan. Menetapkan pelasanaan
sistem dan prosedur yang berkaitan dengan keuangan.
a.
Supervisor Keuangan (Finance Supervisor)
Supervisor
keuangan bertugas membantu FAM dalam menjalankan fungsi treasury &
Controllership.
b.
Supervisor Pengontrol Pembiayaan (Cots
Control Supervisor)
Supervisor
pengontrol pembiayaan bertugas memonitor project cost.
Biasanya cost control tidak menyusun budget karena budget sudah
ditentukan di awal sebelum project dimulai. Budget sudah
disiapkan oleh perusahaan, dan tugas cost controler adalah
memonitor penggunaannya.
c.
Supervisor Akunting (Accounting Supervisor).
Supervisor
akunting bertugas melaksanakan tugas verifikasi dan kontrol untuk setiap
pengeluaran. Mengkoordinir setiap kegiatan pencatatan transaksi paerusahaan
secara up to date. Melaksanakan pembayaran pajak dan laporan pajak
sesuai ketentuan pemerintah.
6.
Manajer Pemasaran (Area Sales and Promotion
Manager)
Manajer
pemasaran (Area Sales Promotion Manager) memiliki tugas dan
tanggung jawab dalam mengkoordinir distribusi produk ke daerah pemasaran,
melakukan tugas penjualan dan permintaan produk, menyiapkan rencana penjualan
dan permintaan produk, merencanakan dan membuat rancangan promosi, serta membuat
rencana penjualan dan permintaan produk.
Manajer
Pemasaran terbagi kedalam 2 wilayah yang membawahi ASPS (Area Sales
Promotion Supervisor). ASPS memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai
berikut:
1)
Time Territorial Management (TTM) yaitu
ASPS dapat mengelola area yang meliputi tanggung jawabnya sesuai wilayah,
mengetahui berapa besar pasar yang ada dan menganalisa pasar potensial,
mengetahui data mengenai jumlah populasi penduduk, pendapatan perkapita seperti
berapa kecamatan di area tersebut, dll. serta mengelola sales
person yang mencakup area tersebut.
2)
Merchandising yaitu ASPS
bertanggung jawab untuk brand building seperti menganalisa daerah-daerah
tertentu apakah harus dipasang atau mengganti billboard, papan
vinyl, spanduk, dll. yang bergambar produk Indofood. ASPS juga melakukan
pemeriksaan produk-produk yang ada di toko-toko dan menarik produk yang
kadaluarsa.
3)
Promotion, yaitu kegiatan yang meliputi Trade
Promo (melakukan promosi ke toko-toko dengan memberikan potongan
harga), Consumer Promo (melakukan demo icip-icip, jualan
produk perpaket, heboh desa), dan Sponsorship (menjadi sponsor dalam
acara atau event-event tertentu).
4)
Goodwill yaitu ASPS
harus menjalin hubungan baik dengan distributor, toko-toko dan juga rekan
bisnis.
7.
Manajer Personalia (Branch Personnel Manager)
Manajer
personalia memiliki fungsi merencanakan, mengkoordinir, mengarahkan dan
mengendalikan kegiatan kepersonaliaan yang meliputi hubungan industrial,
administrasi kepegawaian, keamanan, kehumasan, dan pelayanan umum untuk
mendukung proses pencapain tujuan perusahaan baik jangka pendek maupun jangka
panjang. Selain itu manajer personalia memiliki tugas dan tanggung jawab
menciptakan hubungan industrial yang harmonis untuk mencapai ketenangan
industrial (ketenangan kerja dan ketenangan usaha) dilingkungan perusahaan.
Menyelenggarakan syarat-syarat dan kondisi kerja dalam rangka mewujudkan
hak dan kewajiban karyawan dan administrasi kepegawaian secara tepat sebagai
syarat untuk meningktkan produktifitas kerja yang optimal. Memberikan
dukungan dan pelayanan kepada seluruh pihak agar dapat mencapai standar kerja
secara optimal. Membuat analisa pengembangan organisasi secara berkala dan
secara aktif ikut mendukung kegiatan-kegiatan pengembangan mutu/Total Quality Management (TQM). Turut serta melaksanakan
program HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point).
1)
Supervisor Hubungan Industri (Industrial
Relations Supervisor)
Supervisor ini
bertugas membantu atasan dalam perencanaan, mengkoordinir dan melaksanakan
kegiatan hubungan industrial untuk mencapai tingkat ketenangan industrial yang
optimal.
2)
Supervisor Administrasi dan Gaji (Administration
and Wages Supervisor)
Supervisor ini
bertugas membantu atasan dalam perencanaan, mengkoordinasi, dan melaksanakan
kegiatan administrasi kepegawaian dan pengupahan/jaminan sosial sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
3)
Supervisor Jasa dan Layanan Umum (General
Affair and Service Supervisor)
Supervisor ini
bertugas membantu atasan dalam perencanaan, pengkoordinasian dan pelaksanaan
kegiatan pelayanan umum, pelayanan khusus dan perijinan perusahaan sesuai
ketentuan.
4)
Supervisor Keamanan (Security Supervisor)
Supervisor ini
bertugas membantu atasan dalam perencanaan, mengkoordinasi dan melaksanakan
kegiatan pengamanan, penertiban pabrik, lingkungan agar mencapai tingkat
ketenangan yang optimal.
5)
Supervisor Hubungan Publik (Pubic Relations
Supervisor)
Supervisor ini
bertugas dalam menumbuhkan dan mengembangkan hubungan baik antara perusahaan
dengan publiknya. Hubungan baik dengan public ini ditujukan
dalam rangka menanamkan pengertian, menumbuhkan motivasi dan mendorong public untuk
berpartisipasi dalam menciptakan iklim pendapat atau opini yang menguntungkan
perusahaan.
8.
Purchasing Officer
Purchasing
memiliki tugas dan wewenang dalam menetapkan dan memelihara prosedur pembelian
untuk mengendalikan aktifitas pembelian, mengesahkan dokumen pembelian sebelum
dokumen dikirim ke pemasok dan memilih serta mengevaluasi pemasok yang telah
ditetapkan.
PENUTUP
Kesimpulan
Dari
makalah diatas kita dapat menyimpulkan bahwa suatu organisasi tidak hanya ada
disatu lingkungan tapi diberbagai lingkungan. Dan pada Makalah yang kami buat
sangat ditekankan bawah kerja sama di organisasi sangat perlu. Supaya tujuan
yang direncanakan dapat dilakukan dengan baik. Kepemimpinan yang baik juga
sangat berpengaruh pada suatu organisasi. Dan tidak ada organisasi yang hanya
memiliki kelebihan saja . setiap organisasi pasti memiliki kelebihan dan
kekurangan masing – masing. Contohnya saja organisasi yang saya bahas diatas.
Itu termasuk jenis organisasi besar yang memiliki tanggung jawab yang besar.
Direktur sebagai pimpinan tertinggi bekerja sama kepada para pemegang saham
perusahaan untuk mengelola perusahaan agar tidak mengalami kerugian.
Saran
Jika kita membangun sebuah
organisasi harus memiliki visi misi yang jelas supaya terarah organisasi yang mau kita buat harus seperti
apa , tujuannya untuk apa? bermanfaat tidak bagi orang banyak? dsb. Juga cara
kepemimpinan pada suatu perusahaan harus lah baik pula karena itu menjadi suatu
nilai plus untuk berkembangnya suatu perusahaan. Serta komunikasi dari berbagi
divisi dan para karyawan harus saling dijaga agar tidak terjadi missed communication yang
berakibat buruk kepada perusahaan dan yang berkecimpung didalamnya. Dan setiap
orang yang bekerja diperusahaan atau berkecimpung diorganisasi manapun harus
memilik rasa tanggung jawab dan solidaritas yang tinggi.
DAFTAR PUSTAKA
http://herliati-azizah.blogspot.com/2017/05/struktur-organisasi-pt-indofood-cbp.html
http://idamuhlida.blogspot.com/2016/11/makalah-struktur-organisasi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar