Mengenal Macam-macam Sistem Ekonomi Untuk Keberlangsungan Bisnis
Macam-macam sistem ekonomi yang dianut di seluruh dunia cukup banyak, tanpa terkecuali di Indonesia. Akan tetapi sebagian besar masyarakat tidak mengetahui apa saja sistem ekonomi tersebut. Bahkan sistem yang dianut Indonesia sendiri banyak yang tidak mengetahuinya.
Atas dasar hal tersebut, berikut ini akan dijelaskan macam-macam sistem ekonomi dunia yang bisa dijadikan tambahan pengetahuan. Ini dia penjelasannya:
1. Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional adalah sistem perekonomian yang muncul di jaman dulu dan masih eksis hingga saat ini. Biasanya sistem semacam ini diturunkan dari generasi ke generasi sehingga menjadi tradisi yang lekat.
Sistem ekonomi semacam ini biasanya diterapkan pada produk-produk pertanian. Sifatnya pun masih berasas kekeluargaan sehingga pergerakannya tidak terlalu dinamis.
Baca juga : Mengenal Lebih Jauh Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangan Konsinyasi
2. Sistem Ekonomi Sosialis
Sistem ekonomi sosialis adalah sistem ekonomi yang digerakkan secara sentral oleh pemerintah. Artinya semua kegiatan perekonomian dari pusat hingga rakyat kecil, disesuaikan dengan komando pemerintah.
Maka dari itu, yang berhak membatasi aktifitas ekonomi rakyat adalah pemerintahnya dengan regulasi atau kebijakan-kebijakan tertentu. Biasanya sistem semacam ini dianut oleh negara berhaluan komunis seperti RRC, Rusia dan semacamnya.
3. Sistem Ekonomi Liberal
Sistem ekonomi liberal disebut juga sistem ekonomi kapitalis. Di dalam sistem ini, aktifitas perekonomian masyarakat tidak diatur oleh pemerintah tetapi oleh masyarakat itu sendiri. Mereka dibebaskan untuk melakukan jual beli demi meraih keuntungan dengan sebebas-bebasnya.
Kabarnya, Indonesia pernah menganut sistem ini tepatnya pada tahun 1950an. Sedangkan untuk saat ini, sistem kapitalis atau liberal yang masih bertahan hanya ada di Amerika, Kanada, Perancis, Inggris dan negara adidaya lainnya.
4. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi di mana pemerintah masih melakukan campur tangan terhadap aktifitas ekonomi. Namun di sisi lain pemerintah juga membebaskan rakyat untuk melakukan aktifitas ekonomi.
Tujuan campur tangan pemerintah hanya untuk mencegah terjadinya monopoli ekonomi yang dilakukan oleh kalangan tertentu. Sehingga masih ada jaminan perekonomian rakyat berjalan secara adil.
5. Sistem Ekonomi Pancasila
Sistem ekonomi pancasila maksudnya adalah sistem ekonomi yang didasarkan pada landasan filosofis demokrasi ekonomi yang ada di dalam pancasila. Maksudnya, sistem perekonomian yang berasas dari, oleh dan untuk rakyat. Prinsip sistem ekonomi semacam ini lebih berasas pada gotong royong, kekeluargaan, berbudi luhur, kejujuran dan lain sebagainya.
Baca juga : Mengenal Lebih Jauh Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangan Konsinyasi
6. Sistem Ekonomi Demokrasi
Dalam sistem ekonomi demokrasi, semua rakyat diharapkan saling bahu membahu menguatkan perekonomian. Karena efeknya nanti perekonomian nasional juga meningkat.
Sedangkan pemerintah sendiri hanya berperan sebagai fasilitator sekaligus pembimbing masyarakat agar aktifitas ekonomi yang dilakukan benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.
7. Sistem Ekonomi Kerakyatan
Macam-macam sistem ekonomi yang ke tujuh adalah sistem ekonomi kerakyatan. Sistem ini mulai dianut oleh Indonesia di tahun 1998.
Sistem ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang bertumpu secara murni pada aktifitas rakyat. Dalam konsep ini, rakyatlah yang mengatur pergerakan perekonomian di lingkungannya. Sedangkan pemerintah hanya menjaga agar pertumbuhan perekonomian negara tetap ideal.
Sampai saat ini, sistem ekonomi yang dianut oleh Indonesia adalah sistem ekonomi kerakyatan. Diharapkan dengan sistem semacam ini, perekonomian bangsa bangkit pasca terjadinya krisis moneter di tahun 1998.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar